Diet pada pasien hiv ppt

Apabila kemamuan makanan melalui mulut terbatas dan masih tejadi penurunan berat badan, maka dianjurkan pemberian makanan sonde sebagai makanan tambahan atau sebagai makanan utama. Namun obat ini tak banyak menolong pada odha. Beberapa peneliti telah melaporkan adanya gangguan absorbsi karbohidrat, protein, dan lemak pada odha, namun beratnya malabsorbsi ternyata tidak berhubungan dengan derajat malnutrisi.

Hal yang harus anda lakukan adalah membagi target tersebut lebih kecil yaitu anda harus menurunkan berat badan sebanyak 2 kg per bulan. Diet saluran cerna berarti diet yang dilakukan saat terjadi gangguan pada saluran pencernaan. Infeksi-infeksi tersebut dapat meningkatkan atau mengubah pola penggunaan energi yang efektif pada orang sehat menjadi abnormal.

Ulserasi di mukosa mulut akibat virus atau idiopatik juga sering terjadi sehingga menyebabkan nyeri sewaktu makan.

Pada perhitungan kebutuhan energi, diperhatikan faktor stres aktivitas fisik, dan kenaikan suhu tubuh. Apabila malabsorbsi tersebut disertai dengan diare kronik, yang sering kali terjadi, maka jika tidak ditangani dengan baik dapat menjadi predisposisi terjadinya malnutrisi yang berat.

Gangguan gizi pada pasien AIDS umumnya terlihat pada penurunan berat badan. Meningkatkan kemampuan untuk memusatkan perhatian, yang terlihat pada: Cara lain untuk menyiasati nafsu makan yang rendah atau mual adalah dengan menerapkan prinsip small-frequent feeding.

Pola diet diatur dengan cara menyesuaikan porsimakan sesuai dengan kebutuhan jenis makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi.

Infeksi HIV dengan gangguan saraf. Penurunan berat badan yang cepat sering dihubungkan dengan infeksi oportunistik.

Saat ini untuk meningkatkan nafsu makan memang sudah tersedia beberapa jenis obat, misalnya siproheptadin. Gangguan gizi pada pasien AIDS umumnya terlihat pada penurunan berat badan.

Makanan ini cukup energi, zat besi, tiamin dan vitamin C. Selain membantu pemulihan sel-sel kekebalan tubuh dan mendukung ketahanan tubuh dalam menghadapi pengobatan, makan juga memiliki efek psikologis, yaitu odha akan merasa nyaman dan berpikiran positif.

Bagaimanapun juga pelaksanaan pengobatan TB tidak boleh ditunda.

Diet Untuk ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

Infeksi HIV di antaranya menyebabkan ketidakmampuan mengabsorpsi zat gizi dan makanan, perubahan metabolisme, serta berkurangnya asupan makanan akibat gejala-gejala yang terkait HIV. Memburuknya status gizi bersifat multifaktor, terutama disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, gangguan absorbsi dan metabolisme zat gizi, infeksi oportunistik, serta kurangnya aktivitas fisik.

Beberapa faktor dapat menyebabkan asupan makanan yang abnormal. Prinsip pengobatan adalah menggunakan kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dan dosis serta jangka waktu yang tepat.

Karena penghambat protease dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan kadar glukosa darah, maka obat golongan ini dapat memperberat diabetes pada odha yang juga menderita diabetes mellitus. Fase awal: Sayangnya, harga obat ini masih cukup mahal, yakni sekitar ribu hingga 1,2 juta rupiah.

Begitu juga dengan seseorang yang minum obat pelangsing untuk melakukan diet. Akibatnya jika pasien emikian juga odha yang mulai minum antiretroviral sebaiknya tidak pantang lemak.

Masalah-masalah dalam bidang gizi adalah mulai munculnya lipodistrofi pengumpulan lemak di tempat yang tidak wajarhiperlipidemia, resistensi insulin, serta obesitas. Pada dasarnya, masalah nutrisi tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan yang akan diubah menjadi energi, serta kebutuhan energi untuk metabolisme tubuh.Tapi pada kenyataannya protein dan serat—yang berasal dari sayuran dan buah-buahan—jarang terpenuhi dalam menu harian pasien HIV.

Umumnya mereka masih mengutamakan konsumsi karbohidrat yang memang lebih cepat menimbulkan rasa kenyang dan kenyamanan sesaat. Prinsip pengobatan pasien TB-HIV adalah adalah dengan mendahulukan pengobatan TB.

Pengobatan ARV (Antiretroviral) dimulai berdasarkan stadium klinis HIV dengan standar WHO. Pengobatan OAT pada TB-HIV: Pemberian tiasetazon pada pasien HIV/AIDS sangat berbahaya karena akan menyebabkan efek toksik berat pada kulit.

Diet AIDS diberikan pada pasien akut setelah terkena infeksi HIV, yaitu kepada pasien dengan: Infeksi HIV positif tanpa gejala.

Infeksi HIV dengan gejala (misalnya panas lama, batuk, diare, kesulitan menelan, sariawan dan pembesaran kelenjar getah bening). · (3) Diet AIDS III = Diet ini diberikan sebagai perpindahan dari Diet AIDS II atau kepada pasien dengan infeksi HIV tanpa gejala. Bentuk makanan lunak atau biasa, diberikan dalam porsi kecil dan sering.

Diet ini tinggi energi, protein, vitamin dan mineral. Apabila kemamuan makanan melalui mulut terbatas dan masih tejadi penurunan berat badan, maka dianjurkan pemberian makanan sonde 5/5.

Diet AIDS I diberikan kepada pasien infeksi HIV akut, dengangejala panas tinggi, sariawan, kesulitan menelan, sesak nafas berat, diare akut, kesadaran menurun, atau segera setelah pasien Author: UGI (Untukgiziindonesia).

Diet saluran cerna berarti diet yang dilakukan saat terjadi gangguan pada saluran pencernaan. Adapun gangguan saluran pencernaan itu meliputi falatulensi, diare, gastrities dan tipoid.

Adapun gangguan saluran pencernaan itu meliputi falatulensi, diare, gastrities dan tipoid.

Diet Penyakit HIV/AIDS
Diet pada pasien hiv ppt
Rated 5/5 based on 31 review